Sedari tadi hatiku merasa cukup gelisah. Aku juga heran, padahal aku merasa sudah cukup melakukan apa yang perlu untuk menenangkan hatiku.
Sesaat kemudian, aku melihat grup untuk mengecek jadwal short course ngafal quran. Hanya untuk memastikan apakah ada informasi penting atau tidak sebelum tanggal 30 oktober untuk Hari Orientasi Pembukaan kegiatan.
Ternyata saya menemukan informasi lain. Kuota untuk ikhwan masih kurang. Aku lalu terpikirkan untuk mengirimkan pamflet itu ke beberapa orang. Entah kenapa, niat ini mencairkan hatiku yang tadinya gelisah menjadi sedikit lebih tenang.
Aku sering takjub dengan keajaiban al-Quran. Padahal ini hanya usaha menyebarkan pamflet untuk ajakan ngafal quran bareng. Aku seolah dapat sihir ketenangan hanya dengan niatan ingin mengajak mendalami quran bersama teman-teman yang lain. Yang tadinya merasakan kegelisahan yang tak jelas, seperti tiba-tiba saja tercabut, lalu beranjak menjadi lebih adem dan berpengaruh pada pikiran lebih bisa terkontrol.
Belum juga dihafal, baru sampai niat dan mengajak yang lain, tapi al-Quran memberikan cahayanya kepada makhluk yang sedang lemah. Betapa luar biasanya. Lebih dari kata luar biasa, aku tak bisa mendeskripsikannya.
Lantas dengan alasan apa diri manusia Islam jauh pada kitabnya? Kitab yang menjadi cahaya kehidupan yang akan membantunya untuk lebih dekat pada Tuhannya dan menabung bekal untuk menuju akhiratnya?
Kita perlu mendidik diri untuk mencintainya. Mencintai al-Quran yang akan menjadi syafaat bagi manusia di akhirat nanti.
Aku sadar bahwa yang akan menolongku di akhirat hanyalah kebaikan-kebaikan yang dilakukan di dunia. Termasuk pengamalan membaca al-Quran, mengkaji maknanya, merenunginya, dan mengamalkan isinya. Mungkin harus sedikit memaksa diri karena begitu besar godaan duniawi, dan kita tak boleh kalah dari godaan. Harus bisa mencintainya (al-Quran) agar mendapat cinta lebih banyak dari Allah.
Jangan jauh dari al-Quran. Dunia hanya sementara. Mari memerangi kebodohan dengan lebih banyak berinteraksi dengan Quran. Untuk memelihara ketenangan batin dalam perjalanan hidup yang singkat ini.
Sudah terlalu banyak waktu yang terbuang begitu saja, mau sampai kapan? Berikan keistimewaan perlakuan pada kitab al-Quran.

0 komentar:
Posting Komentar